- By Tim Redaksi SMA Negeri 1 Bantan
- 05 Mar 2025
- 57
Harmoni Budaya Nusantara di SMAN 1 Bantan
SMAN 1 Bantan - Semangat Bhinneka Tunggal Ika berkumandang meriah dalam selebrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang digelar pada Jumat, 21 Februari 2025. Dengan tema "Bhinneka Tunggal Ika" dan topik "Keberagaman Budaya Nusantara", siswa kelas 12 sukses menyuguhkan pertunjukan yang memukau dan penuh makna.
Acara ini menjadi panggung bagi siswa kelas 12 untuk menampilkan kekayaan budaya dari lima pulau besar di Indonesia: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Melalui tarian yang lincah, cerita rakyat yang memikat, dan pameran seni yang kreatif, mereka berhasil membawa penonton dalam perjalanan lintas budaya yang tak terlupakan.
Setiap penampilan mencerminkan keunikan dan keindahan masing-masing daerah. Tari-tarian tradisional yang mempesona, cerita rakyat yang sarat nilai, serta karya seni yang memukau, semuanya berpadu harmonis dalam satu kesatuan, mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Kepala SMAN 1 Bantan, Marzul, M.Pd menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Beliau mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi dan kreativitas siswa kelas 12 dalam menampilkan keberagaman budaya Indonesia. "Acara ini bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya Bhinneka Tunggal Ika dan merupakan rangkaian pembelajaran P5 di SMAN 1 Bantan " ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap budaya bangsa sejak dini.
Salah satu Koordinator P5, Ibu Rubiana, S.Pd.I, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan siswa kelas 12 dalam mengimplementasikan konsep P5. "Projek ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara holistik, tidak hanya dari buku pelajaran, tetapi juga dari pengalaman langsung. Mereka belajar bekerja sama, berpikir kritis, dan mengembangkan kreativitas mereka dalam mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia," ujarnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya peran fasilitator dalam mendampingi siswa selama proses pembelajaran. "Para fasilitator telah bekerja keras untuk membimbing dan memotivasi siswa. Mereka membantu siswa dalam merancang projek, mencari informasi, dan mengembangkan ide-ide kreatif mereka," tambahnya.
Bapak M. Dainuri, S.Pd, salah satu fasilitator P5, menambahkan, "Kami sangat senang melihat antusiasme siswa dalam mengikuti projek ini. Mereka menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat untuk belajar tentang budaya Indonesia. Kami berharap, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi generasi muda yang cinta tanah air dan bangga akan budaya bangsa."
Selebrasi ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi siswa kelas 10 dan 11 yang hadir sebagai penonton. "Kami sangat terkesan dengan penampilan kakak-kakak kelas 12. Mereka berhasil menampilkan budaya Indonesia dengan sangat kreatif dan menarik," ujar Syarifah Nafila Palindri, siswi kelas 10.
Dicky Saputra, siswa kelas 11 yang merupakan Ketua OSIS , menambahkan, "Acara ini membuat kami semakin bangga menjadi bangsa Indonesia. Kami jadi lebih mengenal dan menghargai keberagaman budaya yang kita miliki."
Pihak sekolah berharap, selebrasi ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus menginspirasi siswa untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila dalam diri setiap siswa, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

