Persiapan Peserta didik SMAN 1 Bantan Menghadapi Ujian Akhir Semester 2 dengan Simulasi Menggunakan Handphone

Peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bantan tengah bersiap menghadapi ujian akhir semester 2 dengan cara yang inovatif. Tahun ini, pihak sekolah menggelar simulasi ujian menggunakan handphone sebagai persiapan untuk mengakomodasi perubahan dalam metode evaluasi yang semakin digital.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bantan, Bapak Marzul M.Pd, menjelaskan bahwa simulasi ini dilakukan untuk membiasakan Peserta didik dengan format ujian digital yang akan diterapkan pada ujian akhir semester. "Kami ingin memastikan Peserta didik kami siap menghadapi ujian dengan teknologi terbaru. Penggunaan handphone dalam simulasi ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan mereka dan meningkatkan kepercayaan diri saat ujian sesungguhnya nanti," ujarnya.

Proses simulasi ini melibatkan penggunaan ujian yang dapat diakses oleh para Peserta didik melalui browser. Aplikasi ini memungkinkan mereka untuk mengerjakan soal pilihan ganda dan esai secara digital. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan fitur sistem pengawasan untuk memastikan integritas ujian tetap terjaga.

Para Peserta didik tampak antusias dan serius dalam mengikuti simulasi ini. Salah satu Peserta didik, Hana ulfah, menyatakan bahwa simulasi ini sangat membantu. "Awalnya saya sedikit gugup karena belum terbiasa mengerjakan ujian di handphone, tapi setelah mencoba, ternyata lebih mudah dan praktis. Saya jadi lebih siap untuk ujian sebenarnya nanti," katanya.

Selain itu, guru-guru juga memberikan dukungan penuh dengan memberikan tutorial penggunaan aplikasi dan tips-tips mengerjakan ujian secara efektif. Pak Kono selaku Wakil kurikulum, mengatakan peserta didik diharapkan untuk dapat melakukan persiapan dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi ujian. Pak Cipto, guru TIK, mengatakan bahwa pendekatan ini juga membantu guru dalam mengevaluasi pemahaman Peserta didik dengan lebih cepat dan efisien.

Meskipun masih ada beberapa tantangan teknis, pihak sekolah telah menyiapkan solusi alternatif dengan menyediakan jaringan Wi-Fi tambahan dan perangkat cadangan bagi Peserta didik yang mengalami kesulitan.

Dengan berjalannya simulasi ini, SMAN 1 Bantan berharap para Peserta didik dapat menghadapi ujian akhir semester dengan lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan teknologi dengan baik dalam proses pembelajaran. Ke depannya, sekolah ini berencana untuk terus mengembangkan metode-metode inovatif lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan